Image of Beranda perdamaian : Aceh tiga tahun pasca MoU Hesinki

Text

Beranda perdamaian : Aceh tiga tahun pasca MoU Hesinki



Perdamaian di Aceh telah begitu lama dinantikan banyak pihak, baik oleh masyarakat Aceh maupun Pemerintah Republik Indonesia. Kini, perang sudah tidak terdengar lagi. Aceh damai patut kita anggap sebagai sejarah relatif spektakuler bagi sebuah bangsa dalam mengelola konflik yang bukan tidak mungkin dapat dijadikan model bagi negara-negara lain dalam menyelesaikan masalah yang sama. Kita menyadari untuk mencapai perdamaian yang hakiki membutuhkan pengorbanan banyak pihak, waktu, biaya, dan tenaga. Saat ini tergantung bagimana kita mengisinya, mengawal dan merawat agar perdamaian itu terus terpatri. Untuk itu, semua pihak perlu menyadari bahwa tiga thun perdamaian di Aceh, apa yang sudah terjadi, yang masih dalam proses dan yang akan datang, adalah sebuah gasris titian jalan hidup bagi Aceh untuk menuju akhir yang membahagiakan. Akankah situasi damai ini terkoyak kembali oleh kepentingan-kepentingan tangan jahil yang tidak menghendaki Aceh memasuki babaak baru yang lebih baik ke depan? Itu tergantung dari sejauhmana kedua belah phak saling mempercayai, bahwa langkah yang mereka tempuh akan menjadi ikatan perdamaian yang tak lagi ada dusta. Buku yang kini hadir di hadapan pembaca membahas bagaiaman beranda perdamaian terwujud di Bumi Tanah Rencing. Harapannya hanya satu, agar kita tidak mengulang kesalahan yang sama di masa depan.


Ketersediaan

PU17261959.811 IKR bMy Library (Golongan 900)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
959.811 IKR b
Penerbit Pustaka Pelajar : Yogyakarta.,
Deskripsi Fisik
xvi, 416 hlm. : ind. : bib. ; 21 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-8300-04-9
Klasifikasi
959.811
Tipe Isi
text
Tipe Media
unmediated
Tipe Pembawa
unspecified
Edisi
Cet. 1.
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this