Detail Cantuman
Advanced SearchText
Perempuan menembus batas : ketika perempuan mulai bergerak dunia harus menoleh
Di suatu pagi yang hening, seorang perempuan duduk di teras rumahnya. Tangannya memegang secangkir teh yang sudah hampir dingin. Matanya menatap jauh ke langit yang mulai memerah, sambil mengenang semua jalan yang telah dilalui. Keputusan yang ditertawakan orang, tangis yang ditelan dalam sunyi, langkah kecil yang tak pernah diberi sorotan. la bukan pahlawan dari film, bukan tokoh sejarah yang dihafal anak-anak. la hanya perempuan biasa. Tapi di balik kebiasaannya, ada kekuatan yang tak pernah padam. Cinta yang tetap menyala, mimpi yang terus diperjuangkan, dan tekad yang tak pernah menyerah meski dunia mengatakan 'cukup'.
Buku ini lahir dari ribuan suara seperti perempuan di teras itu. Suara-suara yang sering kali tenggelam dalam hiruk-pikuk dunia yang lebih suka mendengar yang paling keras, bukan yang paling tulus. Namun, kami percaya. Perempuan tidak perlu bersuara keras untuk memiliki daya. Cukup dengan langkah-langkahnya baik di dapur, di kantor, di kampus, di tengah kemelut rumah tangga, atau di sela doa yang dipanjatkan tiap malam. la telah menorehkan sejarah kecil yang sangat besar artinya.
Ketersediaan
| PU19138 | 153.2 LEO p | My Library (Rak Karya Dosen UMMI) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
153.2 LEO p
|
| Penerbit | Gama Bakti Wahana : Sleman., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
viii, 160 hlm. : bib. ; 20 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
978-623-8719-14-3
|
| Klasifikasi |
153.2
|
| Tipe Isi |
text
|
| Tipe Media |
unmediated
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
unspecified
|
| Edisi |
Cet. 1.
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Leonita Siwiyanti, editor, Ellya
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






